Atas dasar alasan sama
mengapa kami berkumpul di sini, tidak mampu melanjutkan sekolah itu
kenyataan yang kami dapati saat kami bertanya mengapa kami harus berkumpul di
sini. Belajar hidup susah bersama, saling menghargai, menyayangi dan sling
menjaga satu samalain. Sekolah yang di ciptakan untuk membangun persaudaraan dan
rasa solideritas terhadap sesama tanpa membedakan status, ras, fisik dan
jabatan. Kami di ajarkan untuk bebas menjadi diri sendiri dan bebas
berpendapat.
Sekolah yang membebaskan kami berekpresi sesuai dengan
kemampuan dan karakteristik yang kami punya, kami tidak diwajibkan untuk
menggunakan seragam, sepatu atau segala hal yang menghambat proses belajar kami
dan membuat kami minder, karena pada dasarnya guru-guru kami berpendapat bahwa
yang belajar itu bukan pakaian mewah maupun sepatu yang bagus, melainkan minat
dan keinginan dalam menuntut ilmu.
Berbagai cibiran, hinaan dan caci maki, itulah realita yang
menjadi makanan kami dari hari ke hari, sehingga tak jarang mengecilkan hati
dan membuat kami minder dalam mengejar cita-cita yang harusnya kami miliki
sejak kami lahir. Tak jarang kami meneteskan airmata,
Akan tetapi dengan
sabar dan kasih sayangnya terhadap kami guru-guru kami meyakinkan bahwa semua itu hanya ujian, sehingga membuat kami
mengerti bahwa pendidikan itu memang harus kami miliki, sehingga berbagai
ejekan dan cibiran menjadi suatu hal yang biasa bagi kami. Kami tidak lagi
berkecil hati ketika orang melontarkan kata-kata seenak yang mereka inginkan,
kami yang sanggup bertahan mulai kebal dan tidak lagi peduli dengan apa yang
mereka ucapkan.
Kami di ajarkan bertani dan beternak mencari rumput untuk
makanan kambing yang kami pelihara. Berbagai ejekan sering kami terima dari
kawan-kawan yang berhasil masuk sekolah mewah, sehingga sebagian dari kami ada
yang tidak sanggup dan keluar dari sekolah. Seperti yang pernah saya alami,
saya pernah di bilang OSIS Nyasar karena pakaian kami yang seadanya dan gaya
kami yang serba sederhana.
Bersambung
Tuslisan Anak SMK Pasawahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar