Kamis, 07 Juni 2012

ANAK DESA JUGA BOLEH BERMIMPI


Atas dasar alasan sama  mengapa kami berkumpul di sini, tidak mampu melanjutkan sekolah itu kenyataan yang kami dapati saat kami bertanya mengapa kami harus berkumpul di sini. Belajar hidup susah bersama, saling menghargai, menyayangi dan sling menjaga satu samalain. Sekolah yang di ciptakan untuk membangun persaudaraan dan rasa solideritas terhadap sesama tanpa membedakan status, ras, fisik dan jabatan. Kami di ajarkan untuk bebas menjadi diri sendiri dan bebas berpendapat.
Sekolah yang membebaskan kami berekpresi sesuai dengan kemampuan dan karakteristik yang kami punya, kami tidak diwajibkan untuk menggunakan seragam, sepatu atau segala hal yang menghambat proses belajar kami dan membuat kami minder, karena pada dasarnya guru-guru kami berpendapat bahwa yang belajar itu bukan pakaian mewah maupun sepatu yang bagus, melainkan minat dan keinginan dalam menuntut ilmu.
Berbagai cibiran, hinaan dan caci maki, itulah realita yang menjadi makanan kami dari hari ke hari, sehingga tak jarang mengecilkan hati dan membuat kami minder dalam mengejar cita-cita yang harusnya kami miliki sejak kami lahir. Tak jarang kami meneteskan airmata,
 Akan tetapi dengan sabar dan kasih sayangnya terhadap kami guru-guru kami meyakinkan bahwa  semua itu hanya ujian, sehingga membuat kami mengerti bahwa pendidikan itu memang harus kami miliki, sehingga berbagai ejekan dan cibiran menjadi suatu hal yang biasa bagi kami. Kami tidak lagi berkecil hati ketika orang melontarkan kata-kata seenak yang mereka inginkan, kami yang sanggup bertahan mulai kebal dan tidak lagi peduli dengan apa yang mereka ucapkan.
Kami di ajarkan bertani dan beternak mencari rumput untuk makanan kambing yang kami pelihara. Berbagai ejekan sering kami terima dari kawan-kawan yang berhasil masuk sekolah mewah, sehingga sebagian dari kami ada yang tidak sanggup dan keluar dari sekolah. Seperti yang pernah saya alami, saya pernah di bilang OSIS Nyasar karena pakaian kami yang seadanya dan gaya kami yang serba sederhana.

Bersambung

Tuslisan Anak SMK Pasawahan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar